Didalam dunia komputer kita pasti butuh yang namanya program/software, baik office ataupun aplikasi lainnya, biasanya saat kita diwindows series saat menginstall aplikasi cuma next-nextnext doang tanpa memperhatikan readm or lisensinya padahal ini penting agar kita tidak melanggar ketentuan-ketentuan dari software tersebut, nah daripada penasaran saya tulis beberapa macam lisensi software
Free
Free disini berarti software yang dimaksud bebas untuk dipergunakan dan didistribusikan. Free ini terdiri dari:
1. Copylefted: Copyright pada author, contoh LGPL dan GPL
2. Non Copylefted
3. Non Copyrighted: Public Domain Software
4. Copyrighted pada author: MIT license, BSD license, Apache license
Copyleft berarti perubahan dan distribusinya bisa dilakukan tanpa ada batasannya.
Software free bisa di-download dan dipergunakan tanpa biaya. Biasanya source code-nya tersedia untuk GPL, LGPL, dan Public Domain Software. Software free bisa dimodifikasi sesuai dengan keinginan dan didistribusikan kemana saja secara gratis atau sekedar membayar untuk biaya copy, software dengan lisensi free memiliki ketentuan sebagai berikut:
1. GPL dan LGPL: Source harus disertakan.
2. BSD license: Nama author / contributor semula tidak bisa dipakai untuk mempromosikan produk turunan darinya.
3. Apache license: Versi modifikasi tidak boleh disebut dengan nama versi aslinya. Nama author / contributot semula tidak bisa dipakai untuk mempromosikan produk turunan darinya.
4. Public Domain Software: Bisa dimodifikasi dan dipakai dengan lisensinya sendiri.
Semi Free
Pada software dengan lisensi semi free Copyrighted dimiliki oleh pembuatnya (Author), contohnya adalah Semi-Free Software. Software dengan lisensi ini bisa di-download dan dipergunakan tanpa mengeluarkan biaya bila pemakaiannya hanya untuk keperluan pribadi dan non-profit. Source code untuk software ini tidak tersedia sehingga software ini tidak bisa dimodifikasi dan didistribusikan kecuali bila pembuat software tersebut (author) memperbolehkannya.
Propiertary Software
Pada jenis ini, software tidak bisa dimodifikasi dan didistribusikan kecuali bila pembuat (author) memperbolehkannya. Source code-nya juga tidak tersedia. Pada jenis ini Copyrighted dimiliki oleh pembuat (author).
Contoh:
* Freeware: harga=0 alias gratis, bisa didownload dan dipergunakan tanpa mengeluarkan biaya.
* Shareware: harga>0. Hanya boleh didownload dan dipergunakan tanpa mengeluarkan biaya untuk pengujian (evaluation purpose only). Software dengan lisensi ini biasanya memiki batas waktu pakai dan fungsi-fungsinya dibatasi hanya sekedar untuk pengujian saja, misalnya software yang digunakan hanya bisa dipakai selama 30 hari dan jika melewati batas pakai tersebut software tidak bisa dipakai lagi dan agar bisa memakainya kembali user harus mengeluarkan biaya.
• Commercial license: Tidak bisa didownload dan dipergunakan tanpa biaya.
Ada juga perbedaan istilah antara free dan gratis. Free artinya bebas dipergunakan dan didistribusikan, sedangkan gratis artinya harganya sama dengan nol (harga=0) atau user tidak perlu mengerluarkan biaya sepeserpun.
Untuk software jenis free kebanyakan source code-nya tersedia dan bisa didownload dan diubah sesuai kehendak user. Sedangkan untuk jenis freeware dan shareware meski ada yang bisa dipergunakan tanpa biaya, tetapi tidak selalu bebas didistribusikan dan source code-nya pun tidak tersedia.
Sumber:
Ancaman Internet Hacking dan Trik Menanganinya karya Firrar Utdirartatmo dan diterbitkan oleh Penerbit Andi.
Selengkapnya...
Belajar dan mengamalkan ilmu tanpa menggunakan yang tidak halal
Sabtu, 30 Mei 2009
Lisensi Software
Sabtu, 09 Mei 2009
Driver update HP Smart Haier
saat pertama nyobain hape modem ini, terasa agak lama dan saya pun nyoba nyari tau di mbah gugel dan ternyata klo driver modem yang di cd bawaan bundling smart ini kurang bagus.
cara untuk menanggulanginya adalah dengan download driver terbarunya dari web smart langsung tapi bisa juga didownload disini
dari driver update ini lumayan ngedongkrak speed internet smart
Selengkapnya...
Kamis, 07 Mei 2009
Deepfreeze
saat pertama kali mendengar dan memakai aplikasi ini, saya sangatlah bete cz setiap abis install dan restart PC maka akan kembali keadaan sebelum diinstall, tapi setelah dipikir-pikir aplikasi ini ternyata berguna juga klo kita cuma sekedar ingin testing aplikasi yang saya download di warnet (:D maklum masih lom punya PC sendiri), sehingga klo ternyata apliksi tersebut itu jelek atau tidak sesuai dengan apa saya harapkan saya ga usah uninstall karena setelah restart akan PC akan kembali ke keadaan sebelumnya.
bagi pemilik warnet atau teknisi IT di lembaga aplikasi sangatlah berguna bila ada serangan virus hanya akan berefek sementara sampai PC direstart dan walla PC pun kembaki bersih sebelum si virus datang. tapi seiring dengan kemajuan aplikasi penjebol deepfreeze diciptakan belum lagi virus yang bisa menjebol deepfreeze.
so deepfreeze memang bagus untuk safety PC tapi bukan berarti kita lepas sama sekali dari menjaga PC kita
Selengkapnya...